Sabtu, 15 Januari 2011

Pasar Mati Suri di Binjai

| Sabtu, 15 Januari 2011 |

Anggota Komisi B DPRD Binjai, Bagus Handoko dan Nurlela Kaloko, menyayangkan asset yang terbenam, mati suri dan tidak mampu meningkatkan PAD.

”Banyak pasar di Binjai yang mati suri. Kalau mati suri, masih bisa dihidupkan kembali. Kita berharap agar pemerintah bisa secepatnya mengaktipkan kembali, pasar-pasar yang terbengkalai,” ujar Bagus.

Sebenarnya, tambahnya, Pasar Rambung bisa dijadikan pasar buah yang didatangkan dari gunung, pasar Tunggorono juga bisa ditempatkan sebagai pasar kerajinan tangan, karena lokasinya dekat dengan jalan lintas.

”Kalau pasar Rambung itu, kita tidak tahu anggarannya berapa. Namun, informasinya untuk pengelolaannya nanti, Pemko akan mencari bantuan dana dari pusat. Karena kalau mengharapkan APBD saja itu sulit, karena untuk keseluruhan yang dikucurkan ke publik hanya 16,2 persen. Mengenai keterbengkalaian dan persoalan yang terjadi kita tidak tahu. Kita juga nggak tahu MoU nya dulu seperti apa,” ujarnya

Nurlela Kaloko juga mengesalkan lamanya tindakan pemerintah yang baru untuk menjadikan pasar-pasar ini aktip kembali, sehingga banyak muda-mudi memanfaatkan untuk sarana pacaran.

“Lihat saja Pasar Rambung, kondisinya kumuh, ada pula tikar terbentang di situ. Apalagi kalau bukan berbuat mesum,” ujarnya.

Kita menanti kebijakan pemerintah ke depannya. Jangan membiarkan asset yang telah dibangun dengan dana dari masyarakat tidak bisa dimanfaatkan.

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com